Kitab NURUL MUSHTHOFA Karya Alhabib Murtadlo bin Abdulloh Alkaaf Jilid 1 (part 2 of 2)

 

Sebelumnya:

Kitab NURUL MUSHTHOFA Karya Alhabib Murtadlo bin Abdulloh Alkaaf Jilid 1 (part 1 of 2)

 

Lanjutannya:

Jilid 1 part 2 tentang

PERJALANAN NUR MUHAMMAD

 

Bahwa sesungguhnya, manakala Sayyidatuna Aminah Binti Wahab mengandung Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Seketika itu pula terjadilah berbagai macam keajaiban-keajaiban dunia yang menggemparkan jagad. Segala peristiwa tersebut, bukan hanya di daratan dan lautan saja. Bahkan di alam malakut lebih dahsyat dan menakjubkan. Konkritnya adalah pada malam Jumu’ah bulan Rajab, detik itulah momen yang paling bersejarah bagi seluruh umat manusia. Saat itulah terjadi perpindahan Nur Agung Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dari Sayyiduna Abdullah ke dalam kandungan Sayyidatuna Aminah. Maka, pada malam itulah datang perintah dari Allah SWT kepada malaikat Ridlwan agar membuka seluruh pintu sorga dan Allah SWT perintahkan kepada malaikat-Nya untuk mengumandangkan seruan telah tiba saat datangnya Nabi Akhir zaman Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Sebagaimana yang diterangkan oleh Syeikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani di kitabnya Hujjatullah ‘Alal-‘Alamin hal 226 dan 223;

 

قال الشيخ يوسف بن إسماعيل النبهاني في حجة الله على العالمين ص 226 :قال سهل بن عبد الله التستري لما أراد الله تعالى خلق محمد صلى الله عليه وسلم في بطن أمه آمنة ليلة رجب وكانت ليلة الجمعة أمر الله تعالى في تلك الليلة رضوان خازن الجنان أن يفتح الفردوس وينادي مناد في السموات والأرض ألا إن النور المخزون المكنون الذي يكون منه النبي الهادي في هذه الليلة يستقر في بطن أمه الذي يتم خلقه ويخرج للناس بشيرا ونذيرا.

 

 

Yang artinya kurang lebih;

“Bahwa sesungguhnya manakala Allah SWT menghendaki untuk mewujudkan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam kandungan ibundanya pada malam Jumu’ah bulan Rajab, maka Allah SWT perintahkan kepada malaikat Ridlwan (penjaga sorga) agar membuka seluruh pintu sorga dan berkumandanglah seruan di langit dan di bumi;……….

(Wahai seluruh makhluk, perhatikanlah oleh kalian semua)..Sesungguhnya Nur Agung Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sekarang telah berada dalam kandungan ibundanya. Kelak, Beliaulah yang akan muncul sebagai Nabi yang membawa petunjuk dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan kepada umat manusia”.

 

Maka, seketika itu juga seluruh binatang yang ada di laut, di daratan, dan di angkasa saling memberi kabar gembira kepada temannya masing-masing. Yang di barat lari ke timur, yang di timur lari ke barat, yang di utara lari ke selatan dan yang di selatan lari ke utara untuk saling membawa berita gembira. Yang lebih menakjubkan lagi adalah binatang-binatang yang ada di sekitar Makkah, seperti kuda, onta, rusa dan lain sebagainya bisa mengucapkan dengan bahasa arab yang fasih, sehingga orang-orang pada masa itu sangat takjub melihat peristiwa langka tersebut. Perkataan hewan-hewan tersebut adalah ;

 

 

حمل برسول الله صلى الله عليه وسلم ورب الكعبة وهو أمان الدنيا وسراج أهلها

 

 

“Sungguh demi Allah SWT Dzat yang menguasai Ka’bah, saat ini Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah berada dalam kandungan ibundanya. Beliaulah yang kelak akan membawa kedamaian di muka bumi ini dan Beliaulah yang akan menerangi umat dengan ajaran-ajarannya…”

Dan saat itu pula, serentak seluruh singgasana para penguasa, raja dan kaisar sedunia, semuanya jatuh dan terjungkal ke bawah, sehingga para penguasa tersebut tercekat kebingungan, diam seribu bahasa dan tidak bisa berkata apa-apa seharian penuh. Begitu pula seluruh patung-patung sedunia terjungkal jatuh berantakan. Para dukun-dukun seketika lenyap ilmu mereka, tak bisa menebak/ meramal sesuatu dengan benar. Dan dari bulan ke bulan senantiasa terdengar seruan malikat yang berkumandang di langit dan di bumi untuk memberi berita gembira kepada seluruh makhluk-makhluk Allah SWT……….

أن أبشروا فقد آن لإبي القاسم أن يخرج إلى الأرض ميمونا مباركا

…….Berbahagialah kalian semua wahai seluruh makhluk Allah SWT…Sungguh Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebentar lagi akan datang ke dunia untuk membawa keberkahan dan Rahmat dari Allah SWT bagi semesta alam…..

Dan sebagaimana yang disebutkan oleh Syeikh Ahmad bin Zaini Dahlan dalam kitabnya As-Sirah An-Nabawiyyah juz 1 hal 45 bahwa pada masa dikandungnya Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam oleh ibundanya adalah masa keemasan bagi suku Quraisy saat itu. Sebelumnya mereka dalam masa paceklik dan kesulitan bahan makanan yang luar biasa. Namun begitu Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sudah berada dalam kandungan ibundanya, seketika kondisi perekonomian berubah total 180 derajat. Rakyat Quraisy mengalami kemakmuran dan kemudahan yang menakjubkan. Mega-mega putih yang berarak-arakan dan menurunkan rintik-rintik air hujan yang membawa kesuburan, angin sepoi-sepoi basah yang membawa kesejukan, dan lukisan cahaya kilat yang berkilauan menyinari dan menghiasi angkasa raya. Sehingga pepohonan dan tanam-tanaman tumbuh subur di mana-mana, sungai-sungai dipenuhi air yang mengalir, dan hewan-hewan piaraan menjadi gemuk dan deras air susunya. Maka, semakin lengkaplah kemakmuran, kesejahteraan, dan kebahagiaan penduduk Makkah saat itu. Bahkan serentak dengan ijin Allah SWT, pada tahun itu, tidak ada wanita yang hamil anak perempuan, semuanya dianugerahi Allah SWT hamil anak laki-laki, sebagai perhormatan Allah SWT kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dan sebagaimana disebutkan oleh Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami di kitabnya An-Ni’matul Kubra ‘Alal-‘Aalam hal 44 bahwa;

…….”Ibunda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata; Sesungguhnya tatkala aku mengandung putraku tercinta (Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam), pada bulan pertama tepatnya pada Bulan Rajab Al-Asham, suatu malam di saat aku terlelap tidur, tiba-tiba datang kepadaku seorang laki-laki yang indah wajahnya, semerbak harum baunya dan diliputi cahaya yang berkemilauan. Dan dia berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”.

Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Adam AS bapaknya seluruh umat manusia”. Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بسيد البشر

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung Junjungan seluruh umat manusia ……

Pada bulan yang kedua, datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam wahai Utusan Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Syits AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بصاحب التأويل والحديث

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Allah SWT ilmu ta’wil dan Al-Hadis…

Sesungguhnya, sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Madarijush-Shu’uud hal 12 bahwa; manakala Sayyidah Aminah sudah genap hamil 2 bulan, ayahanda tercinta Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam Sayyiduna Abdullah wafat di Madinah. Seketika para malaikat berkata kepada Allah SWT; “Ya Allah Tuhan dan Sesembahan kami, Nabi terkasih-Mu sekarang telah yatim, tidak punya ayah”. Maka, Allah SWT Berfirman menjawab para malaikat tersebut;

أنا وليه وحافظه وحاميه وربه وعونه ورازقه وكافيه فصلوا عليه وتبركوا بإسمه

“Ketahuilah olehmu wahai para malikat. Sesungguhnya Aku (Allah SWT) sendiri yang akan menjaga, melindungi dan merawatnya, Serta akan Aku limpahkan bantuan /pertolongan dan rezeki kepadanya. Dan Aku sendiri pula yang akan mencukupi( segala urusannya). Maka, panjatkanlah selalu oleh kalian sholawat kepadanya dan dapatkanlah keberkahan bagi kalian dengan berwasilah menyebut namanya”

Pada bulan kehamilan yang ketiga datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Nabi Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Idris AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي الرئيس

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak menjadi pemimpin yang sangat agung.

Pada bulan yang keempat datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad wahai Kekasih Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Nuh AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بصاحب النصر والفتوح

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Allah SWT pertolongan dan kemenangan besar.

Pada bulan yang kelima datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam wahai Pilihan Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab;

“Sesungguhnya aku adalah Nabi Hud AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بصاحب الشفاعة العظمى في اليوم الموعود

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Allah SWT syafa’at yang agung pada hari kiamat.

Pada bulan yang keenam datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam wahai Rahmat Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya;

“Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Ibrahim AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي الجليل

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi yang diagungkan Allah SWT…

Pada bulan yang ketujuh datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam wahai Nabi yang dipilih Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Ismail AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي الرجيح المليح

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Allah SWT keunggulan dan kesantunan yang sangat luar biasa……..

Pada bulan yang kedelapan datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam wahai Pilihan Allah SWT. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Musa putra Imran AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بمن ينزل عليه القرآن

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi Allah SWT kitab suci Al-Qur’an. Pada bulan yang kesembilan datang pula seorang laki-laki yang sedemikian rupa dan berkata; “Selamat datang wahai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, telah dekat waktu kedatanganmu wahai Rasulullah. Salam sejahtera Allah SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya; “Siapakah engkau wahai tuan”. Dia menjawab; “Sesungguhnya aku adalah Nabi Isa putra Maryam AS” Dan dia memberi berita gembira kepadaku dengan berkata;

أبشري يا آمنة فقد حملت بالنبي المكرم والرسول المعظم صلى الله عليه وسلم وزال عنك البؤس والعنا والسقم والألم

Sungguh beruntung Engkau wahai Aminah, berbahagialah, sungguh engkau telah mengandung Nabi yang sangat mulia dan Utusan Allah yang sangat agung. Rahmat Belas Kasih Sayang Allah SWT dan Salam Sejahtera-Nya senantiasa melimpah kepadanya. Sungguh, Allah SWT akan menjauhkan darimu segala kesengsaraan, kepayahan dan juga akan memberimu segala kemudahan.

Dan Imam Al-Hafidh Abul Fida’ Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah Wan-Nihayah juz 1 hal 263 menyebutkan tentang ilham yang diberikan Allah SWT kepada Ibunda tercinta Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Sayyidah Aminah Binti Wahab;

قال الإمام ابن كثير في البداية والنهاية الجزء الأول ص163قال محمد بن إسحق فكانت آمنة أم رسول الله صلى الله عليه وسلم تحدثت أنها أتيت حين حملت برسول الله صلى الله عليه وسلم فقيل لها إنك قد حملت بسيد هذه الأمة -فإذا وقع فسميه محمدا فإن إسمه في التوراة أحمد يحمده أهل السماء و أهل الأرض واسمه في الإنجيل أحمد يحمده أهل السماء وأهل الأرض واسمه في القرآن محمد .

Yang artinya kurang lebih;“Sesungguhnya Ibunda tercinta Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata; Tatkala aku mengandung putraku tercinta (Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam), datang seorang utusan Allah SWT (malaikat) kepadaku, Dia berkata; Wahai Aminah, (beruntunglah Engkau). Engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak menjadi Junjungan dan Pemimpin seluruh umat manusia. Maka, apabila telah lahir kelak, berilah Beliau nama “Muhammad”. Karena di Kitab Suci Taurat dan Injil Beliau adalah bernama Ahmad, insan sempurna yang dipuji oleh seluruh penghuni langit dan bumi. Dan di Kitab Suci Al-Qur’an Beliau bernama Muhammad.”

Al-Imam Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-Syafi’i di kitabnya An-Ni’matul Kubraa ‘Alal ‘Aalam hal. 61 telah menyebutkan ; Bahwa sesungguhnya pada bulan kesembilan kehamilan Sayyidah Aminah (bulan Rabi’ul Awwal), saat hari-hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad sudah semakin dekat, Allah SWT semakin melimpahkan berbagai macam anugerahnya kepada Sayyidah Aminah, mulai malam tanggal satu hingga malam tanggal 12 Bulan Rabi’ul Awwal malam kelahiran Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam;

• Pada malam tanggal 1 Allah SWT melimpahkan segala kedamaian dan ketentraman yang luar biasa kepada Sayyidah Aminah, sehingga Beliau merasakan ketenangan dan kesejukan jiwa yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

• Pada malam tanggal 2 datang seruan berita gembira kepadanya bahwa sebentar lagi dirinya akan mendapati anugerah agung yang luar biasa dari Allah SWT.

• Pada malam tanggal 3 datang seruan memanggil kepadanya…”Wahai Aminah, sudah dekat saatnya Engkau akan melahirkan Nabi Agung Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang senantiasa memuji dan bersyukur kepada Allah SWT”.

• Pada malam tanggal 4 Sayyidah Aminah mendengar beraneka ragam tasbih para malaikat secara nyata dan sangat jelas sekali.

• Pada malam tanggal 5 Sayyidah Aminah mimpi bertemu dengan Nabiyyullah Ibrahim AS Khalilullah.

• Pada malam tanggal 6 Sayyidah Aminah melihat cahaya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam memenuhi segala penjuru alam semesta.

• Pada malam tanggal 7 Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi kediamannya membawa kabar gembira, sehingga kebahagiaan dan kedamaiannya semakin memuncak.

• Pada malam tanggal 8 Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tersebut sangat jelas mengumandangkan….”Berbahagialah wahai seluruh penghuni alam semesta, telah dekat saat kelahiran Nabi Agung Kekasih Allah SWT Pencipta alam semesta..”

• Pada malam tanggal 9 Allah SWT semakin mengucurkan limpahan Belas Kasih Sayangnya kepada Sayyidah Aminah, sehingga tidak ada sedikitpun rasa sedih, susah atau sakit dalam diri dan jiwa Sayyidah Aminah.

• Pada malam tanggal 10 Sayyidah Aminah melihat tanah Khoif dan Mina ikut bergembira ria menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam .

• Pada malam tanggal 11 Sayyidah Aminah melihat seluruh penghuni langit dan bumi ikut bersuka cita menyongsong kelahiran Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Maka, pada malam 12 Bulan Rabi’ul Awwal, langit dalam keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun, saat itu Sayyid Abdul Muthalib sedang bermunajat kepada Allah SWT di sekitar Ka’bah, dan Sayyidah Aminah sendirian di rumah, tanpa ada seorangpun yang menemaninya, tiba-tiba Beliau Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah, dan perlahanan-lahan muncul empat wanita yang sangat anggun nan cantik jelita dan diliputi cahaya yang memancar berkemilauan serta semerbak harum wewangian memenuhi seluruh ruangan. Tiba-tiba wanita pertama datang dan berkata kepada Sayyidah Aminah;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung junjungan alam semesta Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kenalilah olehmu sesungguhnya aku ini adalah Hawwa’ Ibunda seluruh umat manusia. Aku diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu….

Kemudian Ibu Hawwa’ duduk di samping kanan Sayyidah Aminah. Dan mendekat lagi wanita yang kedua kepada Sayyidah Aminah untuk menyampaikan kabar gembira kepadanya;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, seorang Nabi Agung yang dianugerahi Allah SWT kesucian yang sempurna pada diri dan kepribadiannya. Nabi Agung yang ilmunya sebagai sumber seluruh ilmunya para Nabi dan para kekasihnya Allah SWT. Nabi Agung yang cahayanya meliputi seluruh alam. Dan ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku ini adalah Sarah istri Nabiyyullah Ibrahim As, aku diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu.”Kemudian Sayyidah Sarah duduk di sebelah kiri Sayyidah Aminah. Maka, wanita ketigapun kemudian mendekat dan menyampaikan berita gembira kepadanya;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam Kekasih Allah SWT yang paling agung, dan insan sempurna yang paling utama mendapati pujian dari Allah SWT dan dari seluruh makhuk-Nya. Perlu engkau ketahui sesungguhnya aku adalah Asiyah binti Muzahim yang diperintahkan Allah SWT untuk menemanimu”.Kemudian sayyidah Asiyah binti Muzahim tersebut duduk di belakang Sayyidah Aminah. Sejenak Sayyidah Aminah semakin kagum, karena wanita yang ke empat adalah lebih anggun berwibawa dan memiliki kecantikan luar biasa. Kemudian mendekat kepada Sayyidah Aminah untuk menyampaikan kabar gembira;

………”Sungguh, berbahagialah engkau wahai Aminah. Tidak ada di dunia ini wanita yang mendapati kemuliaan dan keberuntungan seperti engkau. Sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi Agung Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang dianugerahi Allah SWT berbagai macam mukjizat yang sangat agung dan sangat luar biasa, Beliaulah junjungan seluruh penghuni langit dan bumi, hanya untuk Beliau semata segala bentuk Sholawat (Rahmat Ta’dhim) Allah SWT dan Salam Sejahtera-Nya yang sempurna. Ketahuilah olehmu wahai Aminah, sesungguhnya aku adalah Maryam Ibunda Nabiyyullah Isa AS. Kami semua ditugaskan Allah SWT untuk menemanimu demi menyambut kehadiran Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kemudian Sayyidah Maryam Ibunda Nabiyyullah Isa AS duduk mendekatkan diri di depan Sayyidah Aminah. Maka, keempat wanita suci mulia nan agung di sisi Allah SWT tersebut kemudian merapat dan mengelilingi diri Ibunda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam Sayyidah Aminah Binti Wahab, sehingga Ibunda Rasulullah SAW semakin memuncak rasa kedamaian Shallallahu 'Alaihi Wasallam kebahagiaan dalam jiwanya. Kebahagiaan dan keindahan yang dialami oleh Ibunda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam saat itu, tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Dan peristiwa demi peristiwa yang sangat agung, semakin Allah SWT limpahkan demi penghormatan besar kepada Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Keajaiban berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bercahaya saling berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah dan mereka memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Allah SWT dengan berbagai macam bahasa yang berbeda-beda. Detik berikutnya adalah Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka dan terlihat oleh Beliau berbagai macam bintang-bintang di angkasa raya yang sangat indah berkilauan yang saling berterbangan di langit ke segenap penjuru angkasa yang sangat cerah dipenuhi cahaya. Maka, detik berikutnya adalah Allah SWT perintahkan kepada Malaikat Ridlwan penjaga sorga agar mengomando semua bidadari sorga supaya berdandan rapi cantik jelita dan memakai segala macam bentuk perhiasan kain sutera dengan bermahkotakan emas, intan permata yang gemerlapan dan menebarkan wewangian sorga yang harum semerbak ke segala arah demi menyambut kedatangan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Selanjutnya, Allah SWT limpahkan mandat khusus kepada Malaikat Jibril AS untuk mengemban tugas agung dalam momen yang paling agung dan bersejarah bagi seluruh makhluk Allah SWT, Firman Allah SWT kepadanya;

يا جبريل صف راح الأرواح في أقداح الشراب يا جبربل انشر سجادات القرب والوصال لصاحب النور والرفعة والإتصال يا جبريل مر مالكا أن يغلق أبواب النيران يا جبريل قل لرضوان أن يفتح أبواب الجنان يا جبريل البس حلة الرضوان يا جبريل اهبط إلى الأرض بالملائكة الصافين والمقربين والكروبيين والحافين يا جبريل ناد في السموات والأرض في طولها والعرض قد آن أوان اجتماع المحب بالمحبوب والطالب بالمطلوب

Yang artinya kurang lebih;

“Hai Jibril, serukanlah kepada seluruh arwah suci para Nabi, para Rasul dan para Wali agar berkumpul berbaris rapi menyambut kedatangan Nabi Agung Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hai Jibril, bentangkanlah hamparan kemuliaan dan keagungan derajat Al-Qurb dan Al-Wishal kepada Nabi Agung Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang memiliki Nur dan Maqam luhur di Sisi-Ku. Hai Jibril, perintahkanlah kepada Malik agar menutup semua pintu neraka. Hai Jibril, perintahkanlah kepada Ridlwan agar membuka seluruh pintu sorga. Hai Jibril, pakailah olehmu Hullah Ar-Ridlwan (pakaian khusus yang diliputi Keridloan-Ku) demi menyambut Kekasih-Ku Nabi Agung Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hai Jibril, turunlah ke bumi dengan membawa seluruh pasukan malaikat, para Malaikat Muqarrabin, para Malaikat Karubiyyin, para Malaikat yang selalu mengelilingi ‘Arasy, suruh mereka semua turun ke bumi dan berbaris rapi demi memuliakan dan mengagungkan kedatangan Kekasih-Ku Nabi Agung Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hai Jibril, kumandangkanlah seruan di seluruh penjuru langit hingga lapis ke tujuh dan di segenap penjuru bumi hingga lapisan paling dalam, beritakan kepada seluruh makhluk-Ku bahwa sesungguhnya …Sekarang telah tiba saatnya kedatangan Nabi akhir zaman, Nabi Agung kekasih Allah SWT, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam …

Kemudian seketika itu pula Malaikat Jibril AS secepat kilat langsung melaksanakan seluruh mandat khusus dan agung dari Allah SWT tersebut. Serentak Beliau bawa seluruh pasukan malaikat turun ke bumi hingga memenuhi seluruh gunung-gunung Makkah dan berbaris rapi meliputi seluruh tanah suci Makkah. Sayap-sayap mereka terlihat laksana mega-mega putih berkilauan memenuhi angkasa. Dan saat itu pula seluruh hewan-hewan yang ada di segenap penjuru di bumi, di lautan dan di angkasa bersuka cita demi menyambut kedatangan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Ibunda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam Sayyidah Aminah berkata; Saat itu pula, dengan ijin Allah SWT, bisa terlihat jelas olehku gedung-gedung yang ada di Syiria dan Palestina. Aku juga melihat tiga pilar bendera yang dibawa oleh para malaikat. Yang satu ditancapkan di jagad timur, yang satu ditancapkan di jagad barat dan yang satunya lagi di atas Ka’bah Baitullah. Dalam keadaan yang dipenuhi oleh misteri segala keajaiban yang sedemikian rupa, seketika pula datang serombongan burung-burung bercahaya yang indah memenuhi ruanganku, datang silih berganti. Paruh dan sayapnya adalah berupa mutiara zamrud dan yaqut yang indah sekali. Burung-burung tersebut menebarkan berbagai macam mutiara dan permata yang beraneka ragam indahnya di ruanganku. Setelah itu mereka serentak memanjatkan puja puji dan tasbih kepada Allah SWT. Dan aku lihat pula para malaikat datang bergerombolan dan silih berganti sambil membawa mabkharah (tempat dupa) berupa emas merah dan emas putih yang berisikan dupa-dupa wewangian sorga yang semerbak harum baunya memenuhi seluruh jagad raya, sambil bergemuruh suara mereka mengucapkan sholawat dan salam kepada Nabi Agung Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Seketika itu pula aku lihat bulan terbelah di atasku laksana qubah, dan bintang-bintang gemerlapan berjajar rapi di atas kepalaku laksana mata rantai emas intan permata. Dan tiba-tiba telah ada di sisiku secangkir minuman putih bening melebihi susu. Seketika aku meminumnya, dan terasa nikmat sekali, kelezatan manisnya melebihi gula dan madu, dan kesejukkannya melebihi salju (es). Maka seketika lepaslah segala dahagaku. Sangat terasa nikmat, segar dan lezat sekali yang belum pernah aku rasakan sebelumnya. Seketika cahaya yang luar biasa meliputi diriku. Kemudian, datanglah burung putih berkilauan cahaya mendekati dan mengusapkan sayapnya pada diriku. Saat itulah tanda-tanda kelahiran mulai aku rasakan dan aku bersandar pada para wanita yang ada di sekelilingku. Seketika lahirlah Nabi Agung akhir zaman, Kekasih Allah SWT yang sempurna, Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan saya tidak melihat kecuali hanya sinar cahaya yang sangat agung. Tidak lama kemudian, aku melihat putraku (Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam) telah berada di sampingku terselimuti dengan sutera putih di atas hamparan sutera hijau dalam keadaan sujud mengiba ke hadirat Allah SWT dengan mengangkat jari telunjuknya. Dan saya mendengar Beliau Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengucapkan ;

ألله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا

……….”Allah Maha Besar dengan segala Keagungan-Nya, Segala Puji bagi Allah atas segala anugerah-Nya, Maha Suci Allah kekal abadi selama-lamanya………”

Pada saat itulah semakin memuncak kegembiraan seluruh penghuni alam semesta. Para Malaikat, Para Nabi, Para Wali, Para bidadari sorga, seluruh makhluk-makhluk Allah SWT yang ada di daratan, di lautan di angkasa dan bahkan bumi, laut, udara, bintang-bintang, bulan, matahari, langit, kursiy dan Arasy, seluruhnya benar-benar meluapkan kegembiraan dan memuncakkan Sholawat Ta’dhim kepada Kekasih Allah SWT, Nabi Akhir Zaman, Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dan bahkan Ka’bah Baitullah ikut bergetar selama 3 hari berturut-turut karena bahagia dan bangga menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam Maulid Ad-diba’iy Lil Imam Abdur Rahman Ad-Diba’iy hal 192 dan 193 ;

 

 

فاهتز العرش طربا واستبشارا وازداد الكرسي هيبة ووقارا وامتلأت السموات أنوارا وضجت الملائكة تهليلا وتمجيدا واستغفارا

Yang artinya kurang lebih;“Sesungguhnya (pada saat kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam), ‘Arasy seketika gentar hebat luar biasa meluapkan kebahagiaan dan kegembiraannya, dan Kursiy juga semakin tambah kewibawaan dan keagungannya, dan seluruh langit dipenuhi cahaya yang bersinar terang dan para malaikat seluruhnya serentak bergemuruh memanjatkan tahlil, tamjid dan istighfar kepada Allah SWT dengan mengucapkan;

سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر أستغفر الله

Yang artinya kurang lebih;“Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar, saya beristighfar (memohon ampun) kepada Allah SWT..”

Sesungguhnya dengan keagungan Beliau Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam di sisi Allah SWT, maka Allah SWT telah memerintahkan kepada para malaikat-Nya yang agung yakni Malaikat Jibril, Malaikat Muqarrabin, Malaikat Karubiyyin, Malaikat yang selalu mengelilingi Arasy dan lainnya agar serentak berdiri pada saat detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan memanjatkan Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir, dan Istighfar kepada Allah SWT.

Semua fenomena keajaiban-keajaiban agung yang terjadi pada saat detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang diwujudkan oleh Allah SWT, semata-mata hanya menunjukkan kepada semua makhluk-makhluknya Allah SWT bahwa Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah makhluk yang paling dicintai-Nya, makhluk yang paling agung dan mulia derajatnya di sisi-Nya.

Dan riwayat-riwayat semua yang tersebutkan di atas, bukan sekedar cerita belaka, namun telah kami nukil data-datanya dari kitab-kitab para ulama ahlussunnah waljama’ah yang sangat akurat dan otentik. Diantaranya adalah Kitab Al-Hawi Lil Fatawi yang dikarang oleh Al-Imam Asy-Syaikh Jalaluddin Abdur Rahman As-Suyuthi yang telah mengarang tidak kurang dari 600 kitab yang dijadikan marja’ (pedoman) bagi para ulama ahlussunnah waljama’ah dalam penetapan hukum-hukum syariat Islam. Bahkan para ulama ahlussunnah waljama’ah telah sepakat menjuluki Beliau dengan gelar ‘Jalaaluddiin’ yakni sebagai pilar keagungan agama Islam. Bukan hanya dari kitab Beliau saja kami menukil, namun juga dari kitab-kitab para ulama ahlussunnah waljama’ah lainnya yang juga telah disepakati dan dijadikan sebagai sumber pedoman oleh para ulama. Diantaranya adalah Kitab Dalailun Nubuwwah Lil Imam Al-Baihaqi, Kitab Dalailun Nubuwwah Lil Imam Abu Na’im Al-Ashfahaniy, Kitab An-Ni’matul Kubra ‘Alal ‘Aalam Lil Imam Syihabuddin Ahmad Ibnu Hajar Al-Haitami, Kitab Sabiilul Iddikar Lil Imam Quthbul Ghouts Wad-Da’wah Wal-Irsyad Al-Habib Abdullah bin ‘Alawi Al-Haddad, Kitab Al-Ghurar Lil Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawiy Khird Ba Alawiy Al-Husainiy, Kitab Asy-Syifa’ Lil Imam Al-Qadli ‘Iyadl Abul Faidl Al-Yahshabiy, Kitab As-Siirah An-Nabawiyyah Lil Imam As-Sayyid Asy-Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan Al-Hasaniy, Kitab Hujjatullah ‘Alal ‘Aalamin Lis Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhaniy…dan kitab-kitab lainya yang mu’tamad dan mu’tabar (diakui dan dijadikan pedoman oleh para ulama).

Bagi para Ulama sholihin Ahlussunnah Waljama’ah telah sepakat untuk berdiri pada saat bacaan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah tiba pada Mahallul Qiyam (detik-detik kelahiran Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam). Mereka serentak berdiri demi mengikuti jejak para Malaikat, jejak arwah para Nabi dan jejak arwah para Wali untuk ta’dhim (mengagungkan) dan memuncakkan rasa cinta yang agung kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Mereka luapkan rasa syukur yang memuncak ke hadlirat Allah SWT atas nikmat/anugerah paling agung yang telah Allah SWT limpahkan dengan mengutus Kekasih-Nya sebagai Rahmat (Belas Kasih Sayang-Nya) untuk seluruh alam semesta. Mereka panjatkan puji-pujian yang agung kepada Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan bahasa sastra yang indah dan suara merdu yang dipenuhi dengan rasa rindu dan cinta yang tulus mulia kepada Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Maka, sungguh sangat mulia sekali bagi kita sebagai umat yang sangat dicintainya untuk mengikuti jejak para ulama sholihin dengan serentak berdiri pada saat Mahallul Qiyam demi menyambut kedatangan Kekasih Allah SWT yang sangat mulia, Junjungan kita Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sebagai wujud ta’dhim dan kecintaan yang sangat tulus dari kita kepada Beliau Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Bukankah Beliau adalah Nabi kita yang sangat kita cintai…? Bukankah Beliau adalah yang kelak akan memberi pertolongan kepada kita sehingga selamat dari siksaan Allah SWT yang sangat pedih..? Bukankah Beliau adalah yang akan memberi syafaat kepada kita sehingga kita bisa memperoleh keridloan Allah SWT yang agung dan masuk ke dalam sorga-Nya yang dipenuhi dengan segala kenikmatan, keindahan dan kebahagiaan yang kekal abadi selama-lamanya….? Karena Beliau Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah Kekasih Allah SWT yang mana Allah SWT telah berjanji untuk tidak menolak segala permintaan Beliau dan akan mengabulkan segala permohonannya. Dan janji ini telah ditetapkan Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Surat Adh-Dhuha ayat 5 ;

ولسوف يعطيك ربك فترضى ) الضحى 5 )

Yang artinya kurang lebih;“Dan (sesungguhnya) kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu (Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam), lalu (hati) kamu menjadi puas”. (Q.S. Adl-Dluha 5)

Sungguh sangat beruntung kita sebagai umat Islam yang benar-benar mencintai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan setulusnya. Maka, pada saat tiba ajal kita nanti, Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang sangat kita cintai akan menolong kita dengan memohon kepada Allah SWT agar ditetapkan iman kita, diampuni segala dosa-dosa kita yang pernah kita lakukan dan diberi kemudahan menghadapi sakaratul maut. Bukan sekedar itu saja, bahkan pada saat menghadapi pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir di alam barzakh, Beliau akan menolong kita. Dan berkat pertolongannya, seketika Allah SWT akan menjadikan kuburan kita sebagai “Raudlatun Min Riyaadlil Jinaan”, yakni sebagai taman diantara taman-taman sorga. Begitu pula pada saat di padang Mahsyar, kita akan dipersilahkan untuk meminum air telaganya dan bertemu dengan Beliau Baginda Nabi Besar Muhammad Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta para ahli baitnya, para sahabatnya, dan juga bersama para wali Allah SWT, para orang-orang sholihin dan bersama pula dengan orang-orang mukmin yang mencintainya. Dan seketika itu kita mendapati rasa aman. Tinggal menunggu saat tiba waktunya untuk masuk sorga bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, secara berbondong-bondong memasuki sorga Allah SWT yang dipenuhi dengan segala kenikmatan, keindahan, kedamaian, dan kebahagiaan yang kekal abadi selama-lamanya. Bahwa sesungguhnya, besarnya perhatian Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada kita, dan agungnya ketulusan mahabbah (Belas Kasih Sayang)nya yang sempurna kepada kita, sehingga kita bisa mendapati limpahan Rahmat (Belas Kasih Sayang) Allah SWT dan ampunan-Nya, adalah sangat banyak sekali data-data / dalilnya disebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur’an, Al-Hadis serta kitab-kitab para ulama Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah. Sebagian diantara dalil-dalil tersebut adalah Firman Suci Allah SWT dalam Kitab Suci Al-Qur’anul Kariim Surat At-Taubah ayat 128 ;

لقد جاءكم رسول من أنفسكم عزيز عليه ما عنتم حريص عليكم بالمؤمنين رءوف رحيم ( التوبة 128 )

Yang artinya kurang lebih;“Sesungguhnya telah datang kepada kalian Seorang Rasul (Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam), dari kaum kalian sendiri, (sungguh sangat) berat terasa olehnya (segala) penderitaan kalian, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin..” (Q.S. At-Taubah 128).

Dan sebagaimana juga yang telah disebutkan oleh Syeikh Ibrahim Al-Bajuri dalam kitabnya Syarah Nadlom Burdah lil-Imam Abu Said Al-Bushiri hal 62 yang menerangkan Firman Qudsiy Allah SWT kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagai bisyarah (berita gembira) agung untuk umatnya……..

أنا لهم ما عاشوا وأنا لهم إذا ماتوا وأنا لهم في القبوروأنا لهم في النشور

Yang artinya kurang lebih;“(Berbahagialah engkau wahai Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, Demi permohonan engkau kepada-Ku), Sesungguhnya Aku (Allah SWT) sendiri yang akan senantiasa mencukupi umatmu pada saat mereka masih hidup di dunia, dan pada saat mereka meninggal dunia, dan pada saat mereka di alam barzakh, dan pada saat mereka dibangkitkan di padang mahsyar..”Dan juga telah disebutkan oleh Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Ali bin Alawiy Khird Ba Alawiy Al-Husainiy dalam kitabnya Al-Ghurar hal 473 bahwa ;

قال الإمام الحبيب محمد بن علي بن علوي خرد باعلوي الحسيني في الغرر ص 473قال النبي صلى الله عليه وسلم حبي وحب أهل بيتي نافع في سبعة مواطن أهوالهن عظيمة عند الوفاة وعند القبر وعند النشر وعند الكتاب وعند الحساب وعند الميزان وعند الصراط

Yang artinya kurang lebih;“Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda; Bahwa sesungguhnya orang yang sungguh-sungguh mencintaiku dan keluargaku dengan tulus, akan mendapati limpahan Belas Kasih Sayang Allah SWT pada tujuh tempat yang situasi dan kondisinya penuh dengan segala petaka yang dahsyat menakutkan, yaitu pada saat menjelang ajal, pada saat di alam barzakh, pada saat bangkit dari kubur, pada saat pembagian kitab catatan amal, pada saat hisab (pertanggung jawaban amal perbuatan), pada saat mizan (ditimbangnya segala amal perbuatan), dan pada saat shirat (melewati titian/ jembatan) di atas neraka menuju sorga”.

Semua keutamaan ini, semata-mata adalah berkat permohonan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam untuk umatnya yang benar-benar tulus mencintainya dan juga cinta kepada ahli bait dan shahabatnya. Dan begitu pula disebutkan dalam kitab dan halaman yang sama;

قال النبي صلى الله عليه وسلم يرد الحوض أهل بيتي ومن أحبهم من أمتي كهاتين السبابتين

Yang artinya kurang lebih;“(Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda; (Sesungguhnya kelak pada hari kiamat), ahli bait (keluarga)ku dan umatku yang tulus mencintai mereka akan selalu berdampingan menuju telagaku bagaikan kedua jari ini (jari telunjuk dan tengah)”.Begitupula yang telah disebutkan oleh Al-Imam Al-Hafidh Abul Fadll ‘Iyadl bin Musa Al-Yahshabiy dalam kitabnya Asy-Syifaa Bi Ta’riifi Huquuqil Mushthafa hal 157;

قال الحافظ أبو الفضل عياض بن موسى اليحصبي في الشفا بتعريف حقوق المصطفى ص 150عن أنس رضي الله عنه أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال متى الساعة يا رسول الله ؟ قال ما أعددت لها ؟ قال ما أعددت لها من كثير صلاة ولا صوم ولا صدقة ولكني أحب الله ورسوله قال أنت مع من أحببت

Yang artinya kurang lebih;“Shahabat Anas bin Malik Radliyallahu ‘Anhu berkata; Bahwa sesungguhnya ada seorang sahabat yang datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan bertanya; “Ya Rasulullah, kapankah kiamat akan tiba?”.Baginda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam balik bertanya; “Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapi hari kiamat?”.Shahabat tersebut berkata lagi; “Ya Rasulullah, aku tidak (mengandalkan) dengan banyaknya sholatku, banyaknya puasaku, banyaknya shodaqahku, namun (yang aku andalkan adalah) aku sungguh-sungguh mencintai Allah SWT dan Rasul-Nya”. Maka Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam lantas menjawab; “(Ketahuilah olehmu wahai shahabat), sesungguhnya kamu kelak akan senantiasa bersama orang yang benar-benar kamu cintai".

Dan disebutkan pula dalam kitab tersebut di atas (Asy-Syifa) hal. 176

وروي أن رجلا أتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال يا رسول الله لأنت أحب إلي من أهلي ومالي وأني لأذكرك فما أصبر حتى أجيء فأنظر إليك وإني ذكرت موتي وموتك فعرفت أنك إذا دخلت الحنة رفعت مع النبيين وإن دخلتها لا أراك فأنزل الله تعالى- ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا – النساء 69

Yang artinya kurang lebih;“Bahwa sesungguhnya telah datang seorang shahabat kepada Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan berkata; “Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau lebih aku cintai dari segala-galanya.Di manapun aku berada, aku senantiasa rindu kepadamu dan ingin bertemu denganmu Ya Rasulullah. Namun setelah engkau wafat (kelak) dan aku juga meninggal dunia, sementara engkau telah berada di puncak sorga Firdaus yang tinggi bersama para Nabi, sedangkan aku, walaupun masuk sorga, apakah aku masih bisa menjumpaimu Ya Rasulullah..?...Maka turunlah Firman Allah SWT……… Surat An-Nisaa’ ayat 69.

ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا – النساء 69

Yang artinya kurang lebih;……….”Dan barang siapa yang menta’ati Allah SWT dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah SWT, yaitu, Nabi-nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang sholeh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya..”(Q.S. An-Nisa’ 69).

Demikianlah anugerah-anugerah agung yang dilimpahkan Allah SWT kepada umat Islam yang benar-benar cinta kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Namun, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Qodli ‘Iyadl dalam kitabnya Asy-Syifa hal 158 Bahwa orang yang benar-benar tulus mencintai Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, syaratnya harus mengikuti jejaknya, meneladani prilakunya, menghidupkan sunah ajaran dan syiarnya, mencintai ahli baitnya dan menghormati seluruh shahabatnya. Semoga kita semua termasuk orang yang benar-benar cinta sejati dengan tulus kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta seluruh ahli bait dan shahabatnya serta bisa meneladani prilaku dan jejak-jejak mereka…

أللهم اجعلنا من الصادقين في حبك وحب نبيك سيدنا وحبيبنا وقرة أعيننا محمد صلى الله عليه وسلم وحب آل بيته الطيبين المطهرين وحب أصحابه أجمعين واحشرنا معهم تحت لواء سيد الأولين والآخرين وأدخلنا الجنة مع النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا وصلى الله على سيدنا محمد النبي الآمي وعلى آله وصحبه أجمعين وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

……..Ya Allah Tuhan kami, anugerahilah kami semua untuk bisa mencintai dengan sesungguh-sungguhnya kepada Junjungan kami Baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan kepada seluruh ahli baitnya yang suci nan mulia, dan kepada seluruh sahabatnya. Ya Allah, anugerahilah kami kelak pada hari kiamat berada di bawah naungan bendera Junjungan kami Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, dan masukkanlah kami ke sorga-Mu beserta rombongan para Nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan shalihin. Karena, merekalah teman-teman sejati yang sesungguhnya. Ya Allah…Limpahkanlah Sholawat dan Salam-Mu kepada Junjungan kami Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta seluruh keluarga dan shahabatnya. Ya Allah… Sungguh segala puji hanya bagi-Mu semata Ya Allah Tuhan alam semesta…..”

KEUTAMAAN MAULID BAGINDA NABI MUHAMMAD Shallallahu 'Alaihi Wasallam DAN HIMBAUAN BAGI UMAT ISLAM UNTUK MERAYAKANNYA

Dengan adanya seluruh data-data yang konkrit dan akurat tersebut di atas, maka perlu diketahui, bahwa sesungguhnya kelahiran Beliau Baginda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam adalah suatu nikmat yang paling agung yang Allah SWT anugerahkan khusus untuk kita semua umat Islam. Berkat jasa-jasa Beliau semata, kita telah dipilih oleh Allah SWT untuk mendapati berbagai limpahan Rahmat Belas Kasih Sayang Allah SWT di dunia, di alam barzakh, di padang makhsyar dan di akhirat kelak. Sungguh hanya karena syafaat Beliau semata, kita kelak bisa mendapati segala kebahagiaan, kenikmatan, kedamaian, kelezatan, kesenangan yang abadi dan kedudukan yang tinggi di sorga Allah SWT yang kekal abadi selama-lamanya. Intinya, segala anugerah dan kenikmatan yang kita dapati, baik di dunia maupun di akhirat, semata-mata adalah berkat permohonan Junjungan Kita Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kepada Allah SWT.

Maka, sungguh benar-benar sangat pantas dan wajar sekali, serta alangkah mulianya apabila kita yang sebagai umat yang sangat dicintainya dengan bangga dan senang hati setulus-tulusnya mengagungkan dan merayakan Maulid Junjungan kita Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dan juga saling berlomba dalam kebajikan ( dengan mengorbankan waktu, tenaga, fikiran dan materi) dengan tulus ikhlas untuk menyelenggarakan dan mensyiarkan maulid Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam serta menyambut, menghormati dan menjamu tamu-tamu agung Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Adakah kebajikan yang lebih utama dan lebih mulia dari pada menjamu dan menghormati tamu-tamu Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam …?

Maka, sungguh sangat mulia dan indah sekali bila perayaan maulid tersebut benar-benar dilaksanakan dengan tulus ikhlas demi mengikuti anjuran dan prilaku para ulama sholihin, sebagai wujud ungkapan rasa syukur yang agung kepada Allah SWT serta sebagai ta’dhim (penghormatan) dan cinta yang tulus sejati kepada junjungan dan pemimpin agung kita Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dan sungguh sangat indah sekali apabila seorang ayah/orang tua senantiasa memperhatikan anak-anaknya dengan memahamkan kepada anak-anaknya tentang keutamaan-keutamaan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam serta keutamaan-keutamaan wali-wali Allah SWT agar anak-anaknya mencintainya serta senantiasa condong untuk meneladaninya. Dan juga mengajak mereka untuk menghadiri perayaan Haul seorang Waliyyullah, serta menghadiri perayaan Isra’ Mi’raj dan Maulidnya Junjungan kita Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, agar terlimpahkan Rahmat (Belas Kasih Sayang) Allah SWT kepada mereka sehingga kelak menjadi anak-anak yang sholeh yang taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta berbakti kepada kedua orangtuanya.

Dan bagi ibu-ibu rumah tangga hendaklah senantiasa mempelajari sirah/ sejarah Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam serta sirah/sejarah istri-istrinya dan putri-putrinya Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang sangat suci mulia, dan mengajarkan semua itu kepada putri-putrinya sehingga benar-benar mengenal Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam beserta keluarganya dan mencintainya sampai dijadikan idolanya serta ketagihan untuk selalu bersholawat kepada Beliau Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Karena sesungguhnya orang yang bersholawat satu kali saja kepada Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka Allah SWT akan melimpahkan sepuluh Rahmat-Nya kepada orang tersebut. Dan jika Rahmat Allah SWT terus menerus melimpah, maka bisa dipastikan bahwa si anak gadis tersebut akan mendapati taufiq dan hidayah dari Allah SWT sehingga tumbuh menjadi ‘mar’ah sholihah’ (wanita sholihah) yang senantiasa taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, patuh pada orang tuanya dan selalu berbakti kepada suaminya. Oleh sebab itulah, setelah kita mengetahui keutaman-keutaman Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam di Sisi Allah SWT, maka demi untuk mengungkapkan ketulusan cinta kita yang sesungguhnya kepada Baginda Nabi Muhamnmad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, serta kebanggaan kita sebagai umat yang dikasihinya, dan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas anugerahnya yang paling agung ini., maka kita panggil saudara-saudara muslim kita untuk berkumpul di suatu majlis suci nan terhormat yang disitu dibacakan maulid agung Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Kita bacakan sirah/ sejarah perjalanan kehidupannya yang indah laksana mutiara yang tiada duanya. Kita lantunkan qashidah-qashidah dan puji-pujian yang mulia untuknya dengan hati dan jiwa yang meluap penuh dengan kegembiraan dan rindu yang mendalam kepadanya. Kita lepaskan segala pikiran duniawi. Yang ada saat itu adalah kita maksimalkan hati dan pikiran kita penuh dengan pengagungan dan kerinduan yang memuncak kepada Junjungan kita Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan suasana yang penuh khidmat, ta’dhim, berpakaian sopan nan rapi serta memakai minyak wangi, bukhur atau wangi-wangian yang semerbak harum baunya, sehingga kita benar-benar bisa hudlur merasakan bahwa kita benar-benar telah bersimpuh dan menghadap di depannya. Dan Alhamdulillah, para habaib dan ulama kita telah menghadiahkan kepada kita rangkuman karangan mereka berupa kitab-kitab maulid yang sangat indah dan agung sekali yang didalamnya tercantum berbagai macam kemuliaan dan keagungan Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam di Sisi Allah SWT yang disertai dengan data-data dari Ayat-ayat Kitab Suci Al-Qur’an dan hadis-hadis Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Diantaranya adalah:

شرف الأنام مولد Maulid Syaraful Anam,

مولد الديبعي Maulid Diba’ Lil-Imam Abdur Rahman Ad-Diba’i,

مولد سمط الدرر Maulid Simtud Duror Lil-Habib Al-‘Arif Billah Ali bin Muhammad Al-Habsyi

مولد الضياء اللامع Maulid Adl-Dliyaa’ul Laami’ Lil-Habib Ad’Da’i Ilallah Umar bin Hafidz, dan kitab-kitab maulid lainnya.

Yang mana apabila kita baca salah satu saja dari kitab-kitab maulid tersebut, insyaAllah kita akan mendapati keberkahan dan limpahan Rahmat Belas Kasih Sayang Allah SWT berkat Junjungan kita Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Sesungguhnya para auliya’ dan ulama sholihin telah menganjurkan kepada kita agar melestarikan bacaan Kitab Maulid tersebut pada acara-acara pengantin (saat akan dilaksanakan akad nikah), pada acara khitan, pada saat mau perpindahan rumah, dan pada acara ‘Walimatut Tasmiyah’ yakni memberi nama pada seorang bayi yang telah lahir, agar acara tersebut dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT. Dan seyogyanya pula kita jangan tergesa-gesa untuk berprasangka buruk kepada saudara-saudara kita kaum muslimin yang tidak menghadiri acara maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam , justru hendaknya kita berprasangka baik kepada mereka. Mungkin mereka ada kesibukan lain yang menghalangi untuk menghadirinya, atau ada kemungkinan mereka belum mengetahui keutamaannya. Maka di sinilah tugas kita untuk memberitahu tentang keutamaannya agar mereka bisa mendapati apa yang kita dapati dari keutamaan-keutamaan maulid tersebut. Kecuali bagi orang-orang yang terang-terangan ingkar dengan acara maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka hal itu sangat berbahaya sekali baginya, dikhawatirkan dia tidak mendapatkan Rahmat dari Allah SWT. Karena Rahmat Allah SWT semua di alam semesta, datangnya adalah semata-mata melalui Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam sebagaimana Firman Allah SWT;

وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين ) الأنبياء 107 (

Yang artinya kurang lebih“Sesungguhnya, tidaklah Kami (Allah SWT) mengutusmu (wahai Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam) melainkan untuk (menjadi) Rahmat (Belas Kasih Sayang) bagi alam semesta”(Q.S. Al-Anbiya’ 107)

Dan bagi para panitia yang bertugas mulia untuk menyelenggarakan acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, maka demi untuk membahagiakan Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sungguh sangat mulia sekali apabila mereka menyediakan juga tempat yang khusus bagi kaum wanita, sehingga mereka (para wanita) tidak berkumpul/berdesakan dengan laki-laki serta tidak dipandang oleh laki-laki yang bukan muhrimnya. Karena hal ini (kumpulnya laki-laki dan wanita yang bukan muhrimnya) adalah sangat mengecewakan Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam.

Dan hendaknya pula panitia tersebut tidak menerima sumbangan selain yang jelas-jelas diberikan dengan sukarela. Karena sumbangan yang diberikan dengan ikhlas maka akan menjadi barokah dan obat. Sebaliknya jika sumbangan tersebut datangnya dari orang yang terpaksa maka akan menjadi racun dan penyakit, apalagi kalau sumbangan tersebut dari uang haram. Sementara bagi para kaum wanita yang berhalangan hadir, juga bisa ikut andil dan ambil bagian dalam acara maulid tersebut, dengan membikin berbagai macam makanan, kue-kue dan minuman yang sekedarnya (tidak berlebihan/memaksakan di luar batas kemampuannya), dan diniati untuk menjamu kepada tamu-tamunya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam . Karena mereka tidak hadir pada perayaan maulid, kecuali demi untuk mengagungkan dan cinta kepada Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Dan bagi panitia yang betul-betul mencintai Baginda Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dengan setulus-tulusnya, hendaknya menyempurnakan acara tersebut dengan memanggil seorang alim yang sholih agar memberikan penjelasan khusus tentang keagungan dan kemuliaan Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sehingga mauidloh-mauidlohnya bisa benar-benar bermanfaat bagi umat, khususnya pada generasi muda Islam agar mereka bisa benar-benar mengenal dengan sesungguhnya kepada keagungan pribadi Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, sampai kepribadian Baginda Rasululllah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam melekat di hati mereka dan mereka hanya mengidolakan Baginda Rasululllah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam kehidupannya, sampai tergerak hatinya untuk bersemangat dan tulus meneladani serta mengikuti prilaku Baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam menuju kepada keridloan Allah SWT. Maka, apabila hal itu tidak dilakukan oleh Da’i (penceramah) tersebut, apalagi kalau pidatonya dipenuhi dengan senda gurau yang bisa menghilangkan kharisma keagungan maulid Nabi Besar Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam

 

Bersambung.. 

Jangan Lupa Like Fanpage Kami INDONESIA BERSHOLAWAT

 

 

Loading ....
Go to Top